Jokowi Disebut Sempat Marah, Pengamat Beber Hal Mengejutkan

GenPI.co – Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando EMaS, menanggapi Presiden Jokowi yang disebut-sebut marah karena pelanggaran karantina tersebut.

Padahal, Jokowi ingin karantina diterapkan pada semua orang tanpa terkecuali.

Menanggapi hal tersebut, kata Fernando, pemerintah harus tegas dalam menerapkan karantina tanpa membedakan pejabat negara atau jabatan tertentu.

BACA JUGA: Kasus Gila Kekerasan Seksual, Jokowi Desak RUU TPKS Disahkan

Selain itu, pemerintah juga harus tegas dalam menerapkan penundaan kunjungan ke luar negeri bagi pejabat negara.

“Menerapkan sanksi tegas kepada siapa saja yang melanggar karantina dan juga terhadap mereka yang melanggar penundaan perjalanan ke luar negeri,” kata Fernando kepada GenPI.co, Selasa (4/12).

BACA JUGA: Baca Pesan Penting Ini, Wajib Dibaca Presiden Jokowi

Fernando menjelaskan Budi Gunadi selaku menteri kesehatan harus mampu menjalankan tugas dari Presiden Jokowi untuk menerapkan kebijakan protokol kesehatan dalam pengendalian lonjakan COVID-19 pasca varian Omicron di Indonesia.

Jika memang Presiden Jokowi menilai Budi Gunadi dan Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tidak mampu menjalankan regulasi, sebaiknya segera dicabut.

BACA JUGA: Jokowi Sebut Negara Yang Hilang 97 Triliun, Pemerhati Sentimen SBY

“Tentunya keberhasilan pengendalian penularan Covid-19 ini dituntut oleh Menteri Kesehatan dan Kepala Penanggulangan Covid-19,” ujarnya.

Tonton video ini:

About Indoxxi

Check Also

Mina TWICE Masih Menggunakan Earphone Berkabel, Dan Anda Harus Menyetujui Alasan Yang Dapat Disebut Dibaliknya

Banyak kontak dengan DUA KALI‘S Mina karena menjadi seorang introvert yang pendiam, dan baru-baru ini …

Leave a Reply

Your email address will not be published.