SPKLU di Kantor PLN UP3 Makassar Selatan Diresmikan, Ini Target Pengadaan Masa Mendatang

Indoxxi.best – Proyeksi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dalam “Strategi Besar Energi Nasional” adalah sebagai berikut: pada tahun 2030 jumlah mobil listrik ditargetkan mencapai sekitar 2 juta unit, dan sepeda motor listrik sekitar 13 juta unit. Hal itu dijelaskan Adi Priyanto, Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara (Sulmapana) PT PLN (Persero) di Makassar, Rabu (5/1/2022).

Dikutip dari kantor berita Di antaraPada tahun yang sama, target penyediaan Stasiun Pengisian Tenaga Listrik Umum (SPKLU) sekitar 30 ribu unit dan Stasiun Pertukaran Baterai Kendaraan Listrik (SPBKLU) sekitar 67 ribu unit.

Saat ini, ada sembilan unit SPKLU yang beroperasi dan tersebar di wilayah kerja PT PLN Regional Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara.

Peresmian SPKLU di Kantor PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Makassar Selatan, Jalan Hertasning Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (4/12/2022). [ANTARA/Nur Suhra Wardyah].

Ada juga tiga SPKLU di wilayah kerja PT PLN UIW Sulselrabar, satu unit di Kendari, dan dua unit di Makassar.

Baca juga:
CES 2022: BMW iX M60 hingga Mercedes Vision EQXX Tampil di Pameran Teknologi Ini

Dalam peresmian SPKLU di Kantor UP3 Makassar Selatan, Jalan Hertasning Makassar, Adi Priyanto menyampaikan bahwa upaya peningkatan penjualan listrik, melalui PT PLN menggemakan gaya hidup elektrifikasi, yaitu menggunakan listrik dalam aktivitas, seperti memasak, mengemudi, dan yang lain.

Penggunaan listrik dinilai dapat memperbaiki kondisi lingkungan karena yang tercipta adalah kegiatan nol emisi karbon, terutama penggunaan mobil dan sepeda motor.

Oleh karena itu, PT PLN (Persero) secara bertahap meluncurkan SPKLU, termasuk yang telah diresmikan di Kantor UP3 Makassar Selatan sebelumnya.

PT PLN memproyeksikan transaksi penjualan listrik akan meningkat sekitar 7-8% pada 2022.

“Proyeksi 2022 pasti naik, proyeksi kita naik sekitar 7-8 persen,” kata Adi Priyanto di Makassar.

Baca juga:
CES 2022: Kolaborasi dengan Luminar, Volvo Siapkan Ride Pilot

Dia mengatakan, transaksi penjualan listrik pada 2021 naik 5-6 persen dibandingkan 2020, meski dia mengakui pandemi COVID-19 masih akan berdampak pada penggunaan atau penjualan listrik pada 2021.

Di awal kemunculan COVID-19, penjualan listrik negatif, namun dengan berbagai intervensi pemerintah dalam penanganan penyebaran COVID-19, pergerakan masyarakat mulai dilonggarkan.

“Hal ini dinilai berdampak pada penjualan listrik karena beberapa UMKM atau industri sudah kembali beroperasi yang kegiatannya menggunakan listrik,” kata Adi Priyanto.

“Saat ini kebutuhan listrik sudah mulai meningkat. Ada beberapa kenaikan di tiap daerah, tidak sama, tapi rata-rata naik 5-6 persen,” jelasnya.

About Indoxxi

Check Also

Ukuran Piston Tiger Lengkap dengan Cara Merawatnya, Begini Triknya agar Awet

Indoxxi.best – Bagi yang suka motor macan, maka Anda harus melihat artikel ini. Pasalnya, pada …

Leave a Reply

Your email address will not be published.